Domain Name Server

DNS atau Domain Name Server berguna untuk memberitahukan alamat IP dari nama situs / server yang diperlukan oleh browser. Misalnya kalau browser perlu ke alamat http://www.gdln-indonesia.org maka browser akan menerima informasi alamat IP dari server http://www.gdln-indonesia.org agar dapat browse ke server tsb. Catatan penamaan http://www.curtin.edu.au , http://www.yahoo.com , dll, sebenarnya dibuat untuk memudahkan manusia untuk mengingat alamat web. Sedangkan komputer / server bekerja untuk mengatur arus-lalu lintas trafik dengan menggunakan IP Address (IP = Internet Protocol). Dengan demikian pemetaan nama ke IP diperlukan oleh komputer untuk bisa saling berkomunikasi.

Untuk keperluan ini dibuatlah DNS yang berfungsi untuk menyimpan data nama dan IP yang dimiliki oleh berbagai server / komputer yang ada pada suatu jaringan, baik LAN, WAN maupun Internet.
Dalam kasus tidak bisa browse ke situs http://www.curtin.edu.au atau situs lainnya perlu dicek terlebih dahulu apakah DNS server bisa melakukan resolve nama ke IP address. Untuk itu coba dari dos prompt atau console, terminal linux, ketikan perintah:

nslookup http://www.curtin.edu.au

Jika server DNS yang digunakan bekerja maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:

Server: cdns01.vividwireless.com.au
Address: 180.216.255.56

Non-authoritive answer:
Name: http://www.curtin.edu.au
Address: 134.7.179.56

Dari hasil diatas yang menjawab adalah server DNS milik ISP via mana komputer saya terhubung ke internet,  nama Domain Name Servernya adalah cdns01.vividwireless.com.au dengan IP 180.216.255.56 yang bekerja melalui port 53 (http melalui port 80). Hasil query : http://www.curtin.edu.au dengan address 134.7.179.56. Kata non-authoritive answer berarti bahwa catatan / record IP address tidak ditangani oleh DNS milik ISP vividwireless.com.au tetapi DNS vividwireless.com.au menerima info tersebut dari server lain yang menangani record tersebut (dalam hal ini server DNS untuk domain .edu).

Kemudian coba lakukan ping ke IP address yang diberikan oleh DNS. Coba ping 134.7.179.56, jika diperoleh reply berarti server tersebut on dan terdapat routing ke server. Kemudian coba ping dengan nama server, ping http://www.curtin.edu.au, harusnya juga diterima reply.

Bisa juga terjadi kasus bahwa server DNS down dan proses resolve nama ke IP address tidak bisa dilakukan,  dalam kondisi ini tidak bisa digunakan nama http://www.curtin.edu.au dengan perintah ping atau pada browser dengan http://www.curtin.edu.au. Hal ini disebabkan server DNS tidak dapat memberikan resolve informasi nama ke IP address yang diperlukan oleh komputer client. Untuk kondisi ini jika diketahui alamat IP dari server yang dituju maka bisa dilakukan proses browsing hanya dengan menggunakan alamat IP, mis. 134.7.179.56 untuk gdln. Untuk aplikasi-aplikasi tertentu seperti download file dan email yang akan diakses mungkin masih bisa berfungsi dengan baik, namun untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan penggunaan nama lengkap server http://www.curtiin.edu.au akan diperoleh pesan error.

Server DNS di INHERENT UNPATTI adalah server dengan IP address 167.205.164.5 yang diberi nama pattimura.inherent-dikti.net atau dalam domain unpatti.edu, server ini memiliki nama pattimura.unpatti.edu dengan alias kamboti.unpatti.edu. DNS record yang dimiliki oleh kamboti hanya untuk domain internal unpatti.edu dan unpatti.net. Untuk nama domain yang lain misalnya .ac.id, .org, .com dll, kamboti akan melakukan proses forward (menanyakan) resolve nama ke IP ke server DNS induk di ITB dengan IP 167.205.23.1. Hasil resolve akan diberikan oleh server di ITB ke pada kamboti kemudian kamboti akan memberikannya kepada computer client yang memerlukan.

Jika koneksi ke server DNS di ITB terputus dengan INHERENT maka kamboti akan gagal untuk mendapatkan informasi resolve nama ke IP address, dengan demikian tidak dapat dilakukan proses akses / browsing ke server karena browser / computer client tidak memperoleh informasi IP address. Namun dengan menggunakan IP address langsung yang diketahui masih bisa dilakukan proses browsing ke server gdln atau server lainnya, walaupun dengan beberapa kemungkinan bahwa ada error pada aplikasi-aplikasi tertentu.

Untuk server-server di INHERENT UNPATTI, record DNS-nya bersifat global artinya bisa di resolve dari INTERNET dengan perintah nslookup seperti hasil yang ditunjukkan dibawah ini:

nslookup pattimura.inherent-dikti.net

Server: dnsp1.curtin.edu.au
Address: 134.7.134.7

Non-authoritive answer:
Name: pattimura.inherent-dikti.net
Address: 167.205.164.5

Hal ini menunjukkan bahwa dalam jaringan Internet nama-nama domain tersebut telah disimpan pada salah satu DNS server yang ada (server DNS ITB di 167.205.23.1), sehingga server DNS di Curtin University bisa memperoleh info tersebut. Hanya saja dari jaringan Internet server-server yang berada dalam jaringan WAN INHERENT tidak bisa diakses, karena diberikan pembatasan routing dan firewall di ITB. Jika pembatasan routing dan firewall ditiadakan maka server-server tsb akan on-line di jaringan Internet dan dapat diakses dari mana saja. Ini memberikan gambaran bahwa sebenarnya UNPATTI secara tidak langsung melalui INHERENT telah memiliki server-server yang siap untuk digunakan untuk kebutuhan jaringan sekelas Internet.

Advertisements

3 thoughts on “Domain Name Server

    • Perintah nslookup tidak dapat disamakan dengan perintah ping karena fungsi dari kedua perintah ini berbeda. Ping berfungsi untuk mengirimkan packet ICMP ke suatu host (komputer) guna mengecek apakah host tersebut Up atau bisa di hubungi (connected) dari komputer dimana perintah ping dijalankan. Jika host Up dan connected maka host akan menerima packet ICMP yang dikirm tsb dan memberikan reply kepada komputer pengirim packet ICMP. Pada dasarnya perintah ping digunakan untuk mengecek interkoneksi antar dua komputer dalam suatu jaringan.

      Sedangkan perintah nslookup berfungsi untuk melakukan query / mencari informasi mengenai IP dari suatu server (host) berdasarkan nama host / nama domain server. Perintah nslookup yang diberikan dari suatu komputer (client) akan dikirmkan ke DNS server yang digunakan dalam jaringan dimana komputer / client tersebut berada. Komunikasi antara client dan DNS server dilakukan hanya melalui port 53.

      Hal-hal ini membedakan antara fungsi utama perintah ping dan nslookup. Perlu dicatat bahwa perintah ping bisa dikirimkan ke komputer (server) mana saja didalam jaringan. Sedangkan perintah nslookup hanya bisa dikirimkan kepada server (host) yang menjalankan Domain Name Service.

      Tentu saja pengecekan koneksi ke suatu server DNS tentunya bisa menggunakan perintah ping dan perintah nslookup, namun nslookup memiliki funsgi yang lebih spesifik untuk melihat hasil translasi dari IP address ke nama Host yang diperlukan oleh Internet Browser (IE, Firefox, dll) untuk mencapai host seperti http://www.curtin.edu.au, http://www.ui.ac.id dll.

      • Oh seng sama Pa, tapi mungkin dari informasi yang pa bagikan,beta lihat bahwa informasi hasil query dengan nslookup bisa kelihatan juga pa kalo katong trace pake perintah tracert, maaf pa kalo beta salah, cuma kebetulan beta pernah coba saja makanya beta tanya dari pa.
        Danke Pa atas ilmu yang sudah dibagikan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s